Hati-Hati dengan Ucapan

Bacaan: Matius 12:22-37
Kunci Sukses: Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya.
Memperdalam akar iman: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 9-10; Kis 2

Semua pertikaian, perselisihan bahkan peperangan terjadi karena masing-masing membenarkan dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain. Demikian pula dalam kehidupan umat Tuhan. Kita melihat banyak gereja pecah, persekutuan berantakan, rumah-rumah tangga Kristen hancur, semuanya ini biang keladinya adalah mulut dan ucapan.

Seharusnya setiap kita harus tetap waspada dengan ucapan. Sebab sejak kita diselamatkan, kita bukan lagi manusia "lama", tetapi kita adalah "ciptaan baru" di dalam Kristus. Jadi hidup kitapun harus baru, tertib, tidak sembarangan, termasuk juga dalam berkata-kata. Bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan, jika hidup kita tidak berbeda dengan orang dunia? Tuhan Yesus sangat memperhatikan soal ucapan. Karena itu Tuhan Yesus dengan tegas berkata: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum" (Matius 12:16, 17).

Hati kita sungguh sangat sedih, karena kita tahu sampai saat inipun masih ada anak-anak Tuhan, bahkan hamba-hamba Tuhan yang tidak dapat mengekang lidahnya. Apabila mereka marah, terhadap siapapun juga, yang keluar dari mulutnya adalah seisi kebun binatang. Ingat! Firman Tuhan mengatakan: "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat."(Matius 12:35b, 36).

Jadi dari ucapan seseorang, kita tahu isi hati orang itu. Jika yang keluar dari mulut adalah firman, firman yang menyejukkan, firman yang menasihatkan, tentu orang itu pasti anak Tuhan yang baik. Tetapi bila yang keluar dari mulutnya selalu membuat orang sedih, apapun yang Allah janjikan kepada Abraham, maka janji itupun juga buat kita semua saat ini. Mari kita perhatikan dan mengerti-lebih dahulu apa janji Allah kepada Abraham sebelum kita menerima berkat janji Allah. Allah berfirman kepada Abraham: "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur dan engkau akan menjadi berkat..." (Kejadian 12:2,3)

Ada suatu sikap yang terpuji dari Abraham sehingga ia dikasihi Tuhan yaitu imannya kepada Allah, seperti ada tertulis: "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang Ia telah janjikan." (Roma 4:20-31).

Jadi bila kita ingin mendapat berkat seperti Abraham, tidak ada jalan lain selain memiliki iman seperti Abraham. Jangan katakan tidak bisa; kalau Abraham bisa, kita pasti bisa. Bukankah Abraham adalah manusia biasa seperti kita? Yang menjadi persoalan ialah apakah kita juga memiliki iman dan ketaatan seperti yang Abraham miliki?

Renungan Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar