Merendahkan Diri di Hadapan Tuhan

Bacaan: Yakobus 4:1-10
Kunci Sukses: Orang yang merendahkan diri akan ditinggikan.
Memperdalam akar iman: "Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu." (Yakobus 4:10)
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 14-15; Lukas 12

Sering orang merasa gengsi untuk merendahkan diri kepada Tuhan, sebab mereka takut dikira rendah diri. Memang merasa rendah diri terhadap manusia menghambat kemajuan dalam segala bidang. Tapi merendahkan diri terhadap Tuhan mendatangkan kemenangan. Karena di luar penyertaan Allah, kita tak sanggup melakukan sesuatu apapun. Kita harus sadar tak setitik kekuatan kita mampu mempertahankan nyawa sendiri. Daud mengakui hal ini dan dia berkata: "Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku." (Mazmur 138:7).

Daud sebagai raja yang terkenal tak pernah mengaku diri sanggup mempertahankan nyawanya sendiri terhadap keganasan musuh dan maut. Hati Daud begitu lembut dan rendah kepada Tuhan. Dia tak pernah mengeraskan hati terhadap Tuhan, dan tak pernah menyalahkan orang lain. Bila terjadi sesuatu dalam hidupnya, ia selalu membuka hati kepada Tuhan. Daud memperkenankan Roh Kudus menyelidiki hatinya. Sekalipun dia melawan dan membenci orang-orang yang memberontak kepada Tuhan, tapi dia selalu kembali menyelidiki dirinya apakah di balik kebenciannya itu terselip motivasi yang tak murni. Dia kuatir kalau-kalau tindakannya itu semata-mata demi keuntungan diri sendiri dan bukan karena benar-benar membela Tuhan. Oleh karena itu dia berkata: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24).

Bagi orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan yang bisa merendahkan diri di hadirat Tuhan akan selalu mengakui bahwa keberhasilan hidupnya, keberhasilan pelayanannya, semuanya semata-mata karena anugerah Tuhan, dan tidak akan pernah berkata "kalau bukan karena aku." Oleh karena itu, setiap kita harus selalu waspada, sebab sering terjadi bahwa seseorang menjadi sombong dan tinggi hati secara tidak sadar. Perlu sekali jalan pikiran dan hati kita selalu diserahkan kepada Tuhan untuk diselidiki kemurniannya. Bisa saja seseorang berkata dirinya rendah hati, tetapi perbuatannya sombong.

Renungan Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar